Brownies ku……
Hmm….rasanya saat ini aku punya waktu lebih untuk melakukan semua kegiatan yang aku suka. Salah satunya masak memasak. Mulai dari bikin sambel terasi, tumis kangkung, nasi goreng, omlet mie, sampe bikin macam2 makanan ringan.
Hari ini aku mau berbagi cerita mengenai kue brownies kukus buatan ku. Yup…brownies kukus ku yang bikin heboh. Tapi dari hal ini aku jadi bisa belajar, bahwa kita harus teliti dalam menggunakan bahan baku, cek apakah bahan baku yang digunakan masik layak dikonsumsi atau sudah kadaluarsa.
Ide untuk bikin brownies sudah lama aku rencanakan. Kalo tidak salah dari akhir tahun 2006. Saking semangatnya sepulang dari kantor aku singgah ke carrefour untuk membeli semua bahan baku yang dibutuhkan. Tapi semangat itu langsung pudar karena aku merasa capek, apalagi esok pagi aku harus menjalani rutinitasku seperti biasanya dikantor. Akhirnya semua bahan baku itu tetap kusimpan rapih di dalam kulkas.
Hingga akhir februari 2008 aku kembali ingin mencoba membuat brownies, kebetulan coklat bubuk dan dark cooking chocolate nya masih kusimpan dalam kulkas. Aku merencanakan akan membuat kue brownies tanggal 3 maret aja, karena bertepatan dengan tanggal lahir kakakku.
Sewaktu aku lagi menyiapkan adonan sepupu ku ingin mencicipi rasanya coklat dark cooking, hingga dia memakannya sampai satu batang coklat.
Brownies buatan ku sudah matang, setidaknya sesuai dengan waktu yang disarankan oleh buku resep kue yang ku baca. Sambil menunggu kue tersebut dingin, aku bikin makanan lagi. saat itu aku bikin pisang goreng, cocok banget dengan cuaca yang sering hujan, jadi enaknya makan gorengan yang anget2.
Tiba2 sepupuku tadi merasa mual2, katanya terakhir dia makan coklat. Aku langsung teringat bahwa aku beli coklat tersebut tahun 2006 dan sekarang sudah tahun 2008. aku lupa baca expired nya. Ternyata masa expirednya sudah habis…… mati aku!
Aku langsung saranin sepupuku untuk minum susu tujuannya menetralisir racun dilambungnya. Tapi brownies buatan ku tadi merasa sayang untuk aku buang. Bodohnya lagi aku melakukan uji coba terhadap diriku sendiri. Untuk mengetes apakah brownies yang aku bikin membuat aku juga akan mual dan muntah seperti sepupu ku. Aku memakan kue tersebut 2 potong, rasanya enak sekali meskipun sedikit bantat dan bagian tengahnya lunak karena belum terlalu matang. Beruntungnya aku tidak merasakan hal yang sama dengan sepupuku tersebut.
Melihat sepupuku yang tiap beberapa jam muntah aku jadi kuatir, akhirnya brownies itu lebih baik dibuang daripada terlanjur dimakan oleh semua keluarga dan bisa berakibat fatal. Esoknya sepupu ku dibawa kerumah sakit. Alhamdulillah tidak terjadi apa2, efeknya hanya mual dan muntah saja, itu karena dia ternyata seharian belum makan apa2 selain coklat tersebut.
Yah….mungkin lain waktu aku akan kembali bikin brownies kukus, tentunya dengan bahan baku yang masih bagus. Ini jadi pelajaran berharga buat aku untuk lebih teliti dalam masalah makanan.
Nich…aku mau berbagi resep brownies buatan ku.
Chocolate Brownies
Bahan I :
6 kuning telur
5 putih telur
160 gram gula pasir
7 gram cake emulsifier (misal Tbm, Sp, Ovalet)
¼ sdt garam
¼ sdt vanili bubuk
Bahan II (campur dan ayak) :
110 gram tepung terigu protein sedang
20 gram cokelat bubuk
½ sdt baking powder
Bahan III (cairkan) :
75 gram mentega
75 gram margarin
125 gram dark cooking chocolate
Bahan IV :
40 gram kismis
40 gram cokelat chip
Cara Membuat :
1. Campur dan kocok bahan I menjadi satu hingga mengembang dan kental.
2. Masukkan bahan II sedikit demi sedikit hingga rata. Tuangkan bahan III, aduk perlahan dengan spatula hingga tercampur rata.
3. Tuang ke dalam 2 loyang ukuran 30 x 10 x T4 cm yang telah diolesi dengan sedikit minyak dan dialasi dengan kertas roti. Taburi dengan bahan IV.
4. Kukus kedalam panci pengukus dengan api sedang selama 25 menut hingga matang.
5. Angkat dan dinginkan. Semprotkan dengan white cooking chocolate cair atau poles dengan butter cream dan taburi dengan cokelat serut atau sesuai selera.
— Selamat Mencoba —